Perbedaan Handmade Paper dan Kertas Biasa

Perbedaan Handmade Paper dan Kertas Biasa

Pada Journal sebelumnya, kita telah melihat bagaimana kertas daur ulang dapat melalui berbagai tahapan hingga kembali menjadi sebuah lembaran baru. Dari proses tersebut, muncul karakter yang membuat handmade paper berbeda dari kertas yang diproduksi secara massal.

Lalu, apa sebenarnya perbedaan handmade paper dan kertas biasa?

Perbedaannya tidak hanya terletak pada tampilan. Cara pembuatan, tekstur, konsistensi, dan karakter setiap lembar juga membuat keduanya memiliki pengalaman yang berbeda ketika digunakan.

Ā 

Dibuat dengan Proses yang Berbeda

Perbedaan paling mendasar terdapat pada proses pembuatannya.

Kertas produksi massal dibuat menggunakan mesin dengan proses yang sangat terkontrol. Tujuannya adalah menghasilkan lembaran dalam jumlah besar dengan ukuran, ketebalan, dan permukaan yang relatif seragam.

Sementara itu, handmade paper dibuat melalui proses yang lebih manual. Serat kertas diolah menjadi pulp, kemudian dibentuk menjadi lembaran menggunakan screen, dipres, dan dikeringkan.

Karena banyak tahap dilakukan dengan tangan, setiap lembar dapat memiliki sedikit perbedaan.

Ā 

Tekstur yang Lebih Berkarakter

Jika Anda menyentuh handmade paper, Anda mungkin akan langsung merasakan perbedaannya.

Permukaannya dapat memiliki serat yang terlihat, tekstur yang tidak sepenuhnya rata, atau karakter alami yang berbeda dari satu lembar ke lembar lainnya.

Pada kertas biasa, permukaan umumnya dibuat lebih konsisten agar mudah digunakan untuk berbagai kebutuhan printing.

Pada handmade paper, tekstur justru menjadi salah satu bagian dari daya tariknya.

Serat yang terlihat dan permukaan yang memiliki karakter dapat memberikan kesan lebih alami, hangat, dan personal.

Ā 

Setiap Lembar Tidak Selalu Sama

Salah satu karakter paling menarik dari handmade paper adalah variasinya.

Dua lembar yang dibuat dari material yang sama dapat memiliki perbedaan kecil pada tekstur, ketebalan, distribusi serat, maupun bentuk pinggirannya.

Pada kertas produksi massal, perbedaan seperti ini biasanya dihindari. Produk dirancang agar setiap lembar terlihat hampir identik.

Pada handmade paper, variasi tersebut merupakan bagian dari proses.

Itulah sebabnya setiap lembar dapat terasa lebih personal dan tidak terlalu ā€œsempurnaā€ dalam arti industrial.

Ā 

Bagaimana dengan Pinggirannya?

Handmade paper juga sering memiliki deckle edge, yaitu pinggiran kertas yang tidak sepenuhnya lurus dan memiliki bentuk yang lebih alami.

Pinggiran ini terbentuk dari proses pembuatan lembaran dan menjadi salah satu ciri visual yang mudah dikenali.

Kertas biasa umumnya dipotong dengan mesin sehingga menghasilkan garis yang lebih lurus dan seragam.

Deckle edge memberikan kesan yang lebih organik dan sangat cocok untuk karya yang ingin menampilkan karakter handmade.

Ā 

Mana yang Lebih Cocok untuk Printing?

Keduanya memiliki fungsi masing-masing.

Kertas produksi massal biasanya lebih mudah diprediksi hasilnya karena permukaan dan ketebalannya lebih konsisten. Hal ini membuatnya cocok untuk kebutuhan yang membutuhkan hasil cetak yang sangat seragam.

Handmade paper memiliki karakter yang berbeda. Tekstur dan serat pada permukaannya dapat memengaruhi bagaimana tinta terlihat setelah dicetak.

Namun, justru karakter tersebut yang sering dicari untuk kebutuhan seperti wedding invitation, stationery, greeting card, packaging, art print, dan berbagai karya kreatif.

Pemilihan kertas sebaiknya disesuaikan dengan hasil akhir yang ingin dicapai, bukan hanya berdasarkan jenis kertasnya.

Ā 

Handmade Paper Bukan Sekadar Kertas yang Berbeda

Pada akhirnya, perbedaan antara handmade paper dan kertas biasa bukan tentang mana yang lebih baik.

Keduanya dibuat untuk kebutuhan yang berbeda.

Kertas biasa menawarkan konsistensi, efisiensi, dan hasil yang lebih seragam. Handmade paper menawarkan karakter, tekstur, dan pengalaman yang lebih personal.

Ketika seseorang memilih handmade paper, sering kali yang dicari bukan hanya sebuah media untuk menulis atau mencetak, tetapi juga karakter yang tidak bisa sepenuhnya direplikasi oleh produksi massal.

Ā 

Memilih Kertas Berdasarkan Cerita yang Ingin Disampaikan

Sebuah undangan, kartu, atau karya seni tidak hanya dilihat dari desainnya. Material yang digunakan juga dapat memengaruhi bagaimana karya tersebut dirasakan.

Kertas dengan permukaan yang lembut, serat yang terlihat, dan pinggiran yang alami dapat memberikan kesan yang berbeda ketika disentuh.

Itulah mengapa kami percaya bahwa kertas bukan hanya bagian dari sebuah karya.

Kertas juga menjadi bagian dari cerita di balik karya tersebut.

Di Askara Bumi Paper, kami membuat handmade paper dengan mempertahankan karakter alami dari proses pembuatannya. Setiap lembar mungkin tidak benar-benar sama, tetapi justru di situlah keunikannya.

→ Temukan koleksi Handmade Paper Askara Bumi Paper

Ā 

Artikel Sebelumnya

← Journal #3 — Proses Pembuatan Handmade Paper dari Kertas Daur Ulang

Selanjutnya

Journal #5 — Mengenal Deckle Edge: Pinggiran Kertas yang Menjadi Ciri Khas Handmade Paper

Back to blog