Mengenal Deckle Edge: Pinggiran Kertas yang Menjadi Ciri Khas Handmade Paper
Share
Setelah mengenal apa itu handmade paper, memahami teksturnya, melihat proses pembuatannya, dan membandingkannya dengan kertas biasa, sekarang kita sampai pada salah satu karakter yang paling mudah dikenali dari handmade paper: deckle edge.
Bagi sebagian orang, pinggiran kertas yang tidak rata mungkin terlihat seperti sebuah ketidaksempurnaan. Namun dalam dunia handmade paper, justru bentuk alami tersebut menjadi salah satu bagian yang membuat setiap lembar terasa unik.
Â
Apa Itu Deckle Edge?
Deckle edge adalah pinggiran kertas yang memiliki bentuk tidak beraturan dan tidak dipotong lurus seperti kertas pada umumnya.
Bentuknya dapat terlihat sedikit bergelombang, memiliki bagian yang lebih tipis atau lebih lebar, dan berbeda dari satu lembar ke lembar lainnya.
Karakter ini berkaitan dengan proses pembentukan handmade paper yang dilakukan menggunakan screen atau cetakan. Ketika serat kertas dan air membentuk lembaran, bagian pinggirnya tidak selalu menghasilkan garis yang benar-benar lurus.
Hasil akhirnya adalah tepian yang lebih alami dan organik.
Mengapa Deckle Edge Menjadi Ciri Khas Handmade Paper?
Dalam produksi kertas secara massal, lembaran biasanya dipotong dengan mesin untuk mendapatkan ukuran dan bentuk yang seragam.
Handmade paper memiliki pendekatan yang berbeda.
Proses manual memungkinkan bentuk alami dari lembaran tetap dipertahankan. Karena itu, deckle edge menjadi salah satu detail yang menunjukkan bahwa sebuah lembaran memiliki karakter handmade.
Bukan hanya sekadar bentuk pinggiran, deckle edge juga memberikan kesan bahwa setiap lembar memiliki identitasnya sendiri.
Tidak Ada Dua Deckle Edge yang Benar-Benar Sama
Salah satu hal menarik dari deckle edge adalah variasinya.
Jika Anda meletakkan beberapa lembar handmade paper berdampingan, bentuk pinggirannya mungkin terlihat berbeda. Ada yang memiliki lekukan lebih lembut, ada yang sedikit lebih tidak beraturan, dan ada pula yang memiliki serat-serat kecil di sepanjang tepian.
Perbedaan tersebut merupakan bagian alami dari proses pembuatannya.
Karena itu, deckle edge sebaiknya tidak dipandang sebagai kekurangan atau kesalahan produksi. Justru variasi tersebut menjadi bagian dari karakter handmade paper.
Deckle Edge Memberikan Kesan yang Lebih Natural
Secara visual, pinggiran yang tidak rata dapat memberikan kesan lebih lembut dan organik dibandingkan garis lurus yang sangat presisi.
Karakter ini membuat handmade paper sering digunakan untuk berbagai karya yang ingin menampilkan nuansa natural, intimate, rustic, atau artisanal.
Sebuah kartu sederhana dapat terasa lebih personal hanya dengan menggunakan material yang memiliki tekstur dan pinggiran alami.
Begitu pula dengan undangan, stationery, packaging, atau karya seni yang menggunakan handmade paper sebagai bagian dari desainnya.
Cocokkah untuk Wedding Invitation?
Deckle edge sangat populer digunakan pada wedding invitation karena memberikan kesan yang lebih personal dan eksklusif.
Dibandingkan dengan kertas dengan potongan lurus, pinggiran alami dapat membuat sebuah undangan terasa lebih lembut dan tidak terlalu formal.
Deckle edge juga dapat dipadukan dengan berbagai teknik finishing seperti letterpress, hot foil stamping, digital printing, wax seal, atau elemen dekoratif lainnya.
Hasil akhirnya dapat memberikan keseimbangan antara desain yang elegan dan karakter handmade.
Tidak Harus Selalu Terlihat âRusticâ
Meskipun sering dikaitkan dengan gaya rustic atau natural, deckle edge sebenarnya cukup fleksibel.
Dengan pemilihan warna, typography, layout, dan finishing yang tepat, handmade paper dengan deckle edge juga dapat terlihat minimalis dan elegan.
Misalnya, kertas berwarna putih atau ivory dengan deckle edge yang halus dapat memberikan tampilan yang sangat sederhana namun tetap memiliki karakter.
Artinya, deckle edge bukan hanya cocok untuk satu gaya desain tertentu.
Ketidakteraturan yang Disengaja
Di dunia yang semakin terbiasa dengan sesuatu yang seragam dan presisi, deckle edge menawarkan sesuatu yang berbeda.
Tidak semua garis harus lurus.
Tidak semua permukaan harus sempurna.
Dan tidak semua lembar harus terlihat sama.
Ada keindahan dalam sesuatu yang sedikit berbeda dan dibuat dengan tangan.
Itulah salah satu alasan mengapa detail sederhana seperti deckle edge dapat memberikan karakter yang begitu kuat pada sebuah lembar kertas.
Dari Pinggiran Menjadi Bagian dari Desain
Deckle edge tidak harus dianggap hanya sebagai bagian luar dari kertas.
Dalam sebuah karya, pinggiran tersebut dapat menjadi bagian dari keseluruhan komposisi.
Desain dapat dibuat dengan sengaja untuk memperlihatkan seluruh bentuk deckle edge, atau kertas dapat dipadukan dengan material lain sehingga pinggirannya menjadi salah satu detail yang menarik perhatian.
Dengan begitu, bentuk alami kertas bukan hanya menjadi material pendukung, tetapi ikut menjadi bagian dari desain itu sendiri.
Setiap Lembar Memiliki Karakternya Sendiri
Setelah mengikuti perjalanan dari Journal #1 hingga Journal #5, kita dapat melihat bahwa karakter handmade paper tidak hanya berasal dari satu hal.
Ada proses pembuatannya.
Ada serat yang membentuk teksturnya.
Ada material yang mendapatkan kehidupan kedua.
Dan ada detail seperti deckle edge yang membuat setiap lembar terasa berbeda.
Pada akhirnya, keindahan handmade paper bukan tentang membuat sesuatu yang sempurna dan seragam.
Â
Melainkan tentang mempertahankan karakter yang muncul dari proses pembuatannya.
Di Askara Bumi Paper, kami percaya bahwa detail kecil dapat membuat sebuah karya terasa lebih personal. Deckle edge adalah salah satunyaâsebuah pinggiran sederhana yang membawa karakter alami dari proses handmade ke dalam setiap karya.
â Explore Handmade Paper Collection by Askara Bumi Paper
Â
Artikel Sebelumnya
â Journal #4 â Perbedaan Handmade Paper dan Kertas Biasa
Selanjutnya
Journal #6 â Cara Memilih Handmade Paper untuk Wedding Invitation, Stationery, dan Karya Kreatif